
Wapres Venezuela Delcy Rodríguez menuntut pembebasan segera Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang ditangkap dalam operasi militer AS. Rodríguez menyinggung aksi militer AS sebagai penculikan yang brutal.
Latar Belakang
Dilansir CNN, Minggu (4/1/2025), Rodríguez menyampaikan tuntutan tersebut beberapa jam setelah penangkapan Maduro dan Flores, yang dilakukan oleh operasi AS di Caracas dan bagian lain negara Amerika Selatan itu. Washington membenarkan tindakan tersebut dengan alasan bahwa pasangan tersebut dan tokoh publik Venezuela lainnya bertanggung jawab atas terorisme narkoba, perdagangan narkoba, dan kejahatan lainnya—tuduhan yang ditolak Caracas.
Fakta Penting
– Operasi militer AS yang menangkap Maduro dan Flores menimbulkan kontroversi internasional.
– Wapres Venezuela, Delcy Rodríguez, menyebut aksi AS sebagai “penculikan brutal,” yang menambah ketegangan di kawasan.
– Washington mempertahankan tindakannya dengan mengutip dugaan keterlibatan Maduro dan Flores dalam aktivitas kriminal yang merugikan global.
Dampak
Penangkapan Maduro dan Flores tidak hanya menjadi titik perhatian Venezuela, tetapi juga mempengaruhi relasi antara AS dan negara-negara Amerika Selatan. Protes internasional mulai bermunculan, dengan beberapa pihak menuntut pembebasan segera pasangan tersebut.
Penutup
Kisah ini menandai eskalasi ketegangan antara Venezuela dan AS, dengan Rodríguez terus mendorong untuk mencari solusi diplomatik. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah operasi AS akan memicu konflik yang lebih luas di kawasan?











