
Otoritas Venezuela menangkap dua petani, yang bersaudara dan berusia 60-an tahun, karena kedapatan merayakan penggulingan Presiden Nicolas Maduro oleh penyerbuan militer Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan lalu. Kedua petani itu melakukan perayaan dalam keadaan mabuk dan melepaskan tembakan ke udara.
Penangkapan kedua petani Venezuela itu, seperti dilansir AFP , Kamis (8/1/2026), diungkapkan oleh seorang pengacara bernama Gonzalo Himiob dari kelompok hak asasi manusia (HAM) setempat, Foro Penal, yang biasa membela tahanan politik di negara tersebut.
Kedua petani yang ditangkap itu berasal dari Rio Negro, yang ada di negara bagian Merida, Venezuela bagian barat.







