
Hubungan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) yang selama satu dekade terakhir tampak solid dalam koalisi perang Yaman kini memasuki fase paling rapuh. Eskalasi militer yang terjadi sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026 menyingkap perpecahan kepentingan yang selama ini tertutup oleh musuh bersama, yakni kelompok Houthi di Yaman utara.
Serangan udara Saudi terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC)-kelompok separatis yang didukung UEA-menjadi sinyal paling nyata bahwa poros Riyadh-Abu Dhabi tidak lagi sejalan dalam memandang masa depan Yaman.
Ketegangan memuncak pada Jumat, 2 Januari 2026, ketika serangan udara Saudi menghantam al-Khashaa di Provinsi Hadramaut, wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi. Menurut laporan Al Jazeera, sedikitnya tujuh orang tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka. Mohammed Abdulmalik, pemimpin STC di Hadramaut, menyebut serangan tersebut secara langsung menargetkan posisi-posisi kelompoknya.











