
Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan, pada Kamis (18/12) waktu setempat, bahwa pasukannya kembali menyerang dua kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di perairan Samudra Pasifik. Serangan terbaru militer Washington itu disebut menewaskan total sedikitnya lima orang.
Pemerintahan Presiden Donald Trump telah melancarkan serangkaian serangan serupa di perairan Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur sejak September lalu, dalam apa yang mereka sebut sebagai kampanye memerangi narkoba di kawasan tersebut.
Namun sejauh ini, pemerintahan Trump belum memberikan bukti kuat untuk menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut terlibat dalam perdagangan dan penyelundupan narkoba, sehingga memicu perdebatan mengenai legalitas operasi semacam itu.











