
Latar Belakang
Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengungkapkan bahwa sedikitnya 100 orang tewas selama operasi militer Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Operasi ini melibatkan pengeboman dan penyerbuan ibu kota Caracas oleh pasukan khusus AS, yang bertugas menangkap Maduro di tempat persembunyiannya.
Fakta Penting
Otoritas Venezuela sebelumnya hanya mengungkapkan jumlah tentara yang tewas akibat operasi militer AS pada 3 Januari lalu. Namun, kini diketahui bahwa korban sipil mencapai 100 orang, dengan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat operasi tersebut.
Dalam konfirmasi pertama untuk korban militer, militer Venezuela mengatakan sedikitnya 24 personel militernya tewas, termasuk lima personel berpangkat Laksamana yang tewas akibat serangan AS tersebut.
Dampak
Operasi ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga merusak infrastruktur Caracas dan meninggalkan trauma bagi masyarakat setempat. Dampak sosial dan politik dari operasi ini tentu akan menjadi perhatian utama dunia internasional. Apakah operasi ini akan memicu eskalasi konflik lebih lanjut, ataukah ini menjadi titik balik dalam hubungan AS-Venezuela? Hanya waktu yang akan memberikan jawabannya.











