
Presiden Prabowo Subianto mengakui dirinya memang jarang memberikan keterangan pers terkait penanganan bencana. Alasannya, karena dirinya memahami psikologi rakyat Indonesia yang hanya percaya dengan bukti.
Hal itu disampaikan Prabowo saat rapat koordinasi penanganan bencana dengan sejumlah menteri dan Dirut BUMN di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (1/1/2026). Prabowo awalnya memberikan nasihat kepada seluruh jajarannya untuk tidak takut dengan hujatan.
“Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah siap untuk di… tapi tidak boleh kita apa, tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat,” kata Prabowo.











