
Anggota Kelompok Ahli BNPT Bidang Kriminologi dan Kepolisian Adrianus Meliala menyoroti ideologi ekstremisme sayap kanan (right-wing extremism) dalam kasus ledakan bom. Menurut dia, ideologi itu menjadi motif penyebab ledakan bom terjadi di SMAN 72 Jakarta pada November lalu.
“Kasus SMA 72 itu menarik karena memperlihatkan bahwa ada isu baru yang menjadi motif teror, betapapun terornya tidak diakui sebagai teror tradisional yang menjadi urusan BNPT, tapi sebagai suatu gangguan keamanan. Ternyata ada yang namanya right-wing extremism itu menjadi motif dari pelaku teroristik tersebut,” ujar Adrianus dalam Pernyataan Pers Akhir Tahun BNPT di Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).











