
Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel lawan Iran berdampak pada kenaikan biaya impor energi dan pangan hingga sektor pariwisata.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan risiko utama akibat konflik di kawasan Timur Tengah tidak hanya berasal dari sentimen pasar, tetapi juga dari potensi gangguan jalur energi dan perdagangan global, khususnya di kawasan Selat Hormuz.
Apalagi, jalur tersebut menjadi titik vital perdagangan energi dunia, di mana sekitar 20% minyak dunia melewati wilayah tersebut.







