Berita  

Gading Gajah Tesso Nilo Ditemukan di Solo: Kisah Perjalanannya yang Mengejutkan

Gading Gajah Tesso Nilo Ditemukan di Solo: Kisah Perjalanannya yang Mengejutkan
Gading Gajah Tesso Nilo Ditemukan di Solo: Kisah Perjalanannya yang Mengejutkan

Latar Belakang
Perburuan satwa liar yang menewaskan gajah Sumatera di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, mengungkap jejak berdarah perdagangan gading secara ilegal. Gading gajah yang diburu para pemburu itu berakhir di Solo, Jawa Tengah.
Fakta Penting
Berawal dari temuan bangkai gajah jantan yang ditemukan membusuk di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan pada Senin, 2 Februari 2026. Gajah berusia 40 tahun tersebut ditemukan mati dalam kondisi sebagian kepala, belalai, dan kedua gadingnya hilang.
Hasil nekropsi yang dilakukan dokter hewan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau memastikan gajah tersebut mati karena luka tembak. Hasil penyelidikan mengindikasikan kuat adanya perburuan satwa liar di balik kematian gajah tersebut.
Dampak
Kematian gajah ini tidak hanya menjadi bukti nyata dari perburuan ilegal yang merenggut nyawa satwa liar, tetapi juga menunjukkan jaringan perdagangan gading yang merajalela. Ditemukannya jejak perdagangan ini hingga ke Solo menunjukkan betapa luasnya jaringan ilegal ini.
Penutup
Terungkapnya jejak gading gajah dari Tesso Nilo hingga dikirim ke Solo menjadi alarm penting bagi upaya konservasi dan pemberantasan perdagangan satwa liar. Diperlukan tindakan cepat dari pemerintah dan masyarakat untuk menghentikan perburuan ini dan menyelamatkan gajah Sumatera dari kepunahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *