
Polri memiliki polwan negosiator yang merupakan unsur penting dalam pelayanan unjuk rasa. Peran para polwan dengan kemampuan negosiasi massa, diyakini dapat membawa kondusivitas.
Korps Bhayangkara mengedepankan kehadiran polwan negosiator pada tahap awal pelayanan unjuk rasa dalam rangka akselerasi transformasi Polri menuju Presisi. Polwan negosiator diikutsertakan tak hanya saat di lapangan saja, namun juga saat rapat persiapan pelayanan bersama unsur kepolisian lainnya seperti Sabhara, Intelijen, Reserse, Propam dan lainnya di tingkat polres.
Dihimpun dari sejumlah sumber, Rabu (10/12/2025), seorang negosiator Polri dari tim Pengendalian Massa diwajibkan memiliki dua kemampuan interaksi. Pertama adalah sebagai fasilitator, dan kedua sebagai komunikator.











