
PT Pertamina Patra Niaga berupaya menjaga kelancaran suplai BBM terutama di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya menyusul tertundanya proses sandar dan bongkar muat dua kapal pengangkut bahan bakar akibat cuaca ekstrem di perairan Belawan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan dua kapal yang membawa pasokan Pertalite dan Biosolar belum dapat sandar akibat gelombang tinggi dan angin kencang selama tiga hari terakhir di area Single Point Mooring (SPM) Belawan.
Padahal menurutnya secara posisi kedua kapal pengangkut BBM itu sudah berada di titik siap sandar. Namun proses tidak dapat dilakukan, sebab aspek keselamatan operasional menjadi prioritas utama ketika cuaca berada pada kategori tidak aman.











