
Keberadaan ahli gizi untuk kebutuhan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terbilang minim. Atas hal ini, pemerintah buka opsi untuk menggunakan sarjana dari prodi lain.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengatakan SPPG harus memiliki ahli gizi. Namun apabila kebutuhannya tidak mencukupi, menurutnya pemerintah bisa mengambil lulusan lain dari prodi yang sejalan.
“Kalau alih gizi nggak ada memang masuk boleh juga saya kira sarjana kesehatan. Kan dia juga belajar gizi, sama sarjana apa satu lagi, pangan. Itu ya Itu kan dia belajar gizi juga,” kata Zulhas, dalam acara Rapat Koordinasi Terbatas tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Kemneko Pangan, Jakarta, Rabu (3/12/2025).









