
Diketahui, longsor di daerah tersebut terjadi disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi, sehingga mengakibatkan debit sungai Longkrang meningkat pada 1 Maret 2026. Tak pelak, arus sungai menggerus tebing yang memicu kejenuhan tanah dan longsor.
Kejadian semakin parah saat hujan deras kembali mengguyur daerah tersebut pada 8 Maret 2026. Tebing sungai kembali tergerus air sehingga terjadi longsor yang menghilangkan badan jalan dan merobohkan bangunan di SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan. Tidak ada korban jiwa dalam dua insiden tersebut.











