
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, didaulat menjadi pembicara dalam agenda Environmental, Social, and Governance (ESG) Forum yang digelar di Jakarta. Dalam forum tersebut, Eddy hadir bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, serta Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisal Nurofiq. Pada kesempatan itu, Eddy menekankan pentingnya penguatan aspek governance atau tata kelola sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan ESG.
“Dengan tidak mengkerdilkan fungsi “E” dan “S” (lingkungan hidup dan sosial) dari ESG, kini saatnya kita fokus pada tata kelola dan penerapannya, khususnya dalam bentuk penegakan hukum. Pengelolaan lingkungan dan dukungan sosial hanya bisa efektif jika ketaatan pada aturan hukum dan pemberian sanksi atas pelanggaran diterapkan secara konsekuen,” ujar Eddy, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam agenda ESG yang digelar pada Selasa (3/2). Eddy menyatakan krisis iklim yang dihadapi saat ini berpotensi meningkatkan risiko bencana akibat degradasi ekosistem. Ia menilai curah hujan dan banjir akan semakin meningkat, sementara kekeringan serta kebakaran hutan berpeluang meluas.











