
Paus Leo XIV Minta Kardinal Mendengarkan korban pelecehan Seksual
Paus Leo XIV menggelar pertemuan dengan kardinal dari seluruh dunia minggu ini, menekankan pentingnya mendengarkan korban pelecehan seksual. Dalam pidato penutup konsistori tertutup selama dua hari, Paus Leo menyebut pelecehan terhadap anak-anak dan orang dewasa rentan oleh imam sebagai ‘luka’ dalam gereja katolik.
Latar Belakang
Pertemuan ini dilaporkan AFP pada Minggu (11/1/2026). Paus Leo XIV menegaskan bahwa pendengaran adalah kunci dalam mengatasi masalah ini. “Kita tidak bisa menutup mata atau hati kita,” ujar Paus Leo, menurut transkrip resmi Vatikan.
Fakta Penting
– Konsistori tertutup selama dua hari menjadi momentum penting bagi Paus Leo XIV untuk mengkomunikasikan urgensi permasalahan ini.
– Pelecehan seksual oleh imam terhadap anak-anak dan orang dewasa rentan tetap menjadi isu sensitif dalam Gereja Katolik.
– Pidato Paus Leo XIV menekankan pentingnya aksi nyata dalam mendukung korban, bukan hanya ucapan belasungkawa.
Dampak
Pernyataan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mereformasi budaya kebuntuan dalam Gereja Katolik. Namun, pertanyaan tetap muncul: apakah janji Paus Leo XIV akan ditindaklanjuti dengan tindakan nyata dari para kardinal?
Penutup
Dengan mengangkat suara korban, Paus Leo XIV menantang para kardinal untuk memperbaiki luka dalam Gereja. Namun, tantangan terbesar adalah mengubah janji menjadi aksi yang nyata dan berdampak.











