
Latar Belakang
Di tengah keheningan malam, suara pukulan dari tiang listrik di permukiman Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi isyarat keamanan yang meredakan ketakutan warga. Bukan suara kehancuran, namun bunyi tersebut menandakan bahwa petugas pengamanan atau hansip sedang berkeliling, menjaga kawasan dari ancaman.
Fakta Penting
Bunyi pukulan pertama kali terdengar sekitar pukul 01.00 WIB, disusul pukulan kedua pada pukul 02.00 WIB. Menjelang Subuh, sekitar pukul 04.00 WIB, suara tiang kembali dipukul empat kali. Pola ini konsisten, seolah menjadi ‘jam malam’ versi kampung, memberikan rasa aman kepada warga yang terlelap.
Dampak
Tradisi unik ini tidak hanya menjadi bagian dari rutinitas pengamanan, namun juga memperkuat solidaritas masyarakat. Suara tiang listrik yang biasa dianggap menakutkan justru menjadi simbol kebersamaan dan ketertiban.
Penutup
Dengan suara tiang listrik sebagai penanda, warga Cengkareng merasa lebih aman. Tradisi ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana bisa memberikan dampak besar dalam membangun rasa aman di masyarakat.











