
Demo berdarah di Iran telah memasuki hari keenam pada Jumat (2/1) kemarin. Aksi demonstrasi tersebut terus meningkat dan meluas ke berbagai wilayah seiring dengan bentrokan yang memanas antara massa dan aparat keamanan.
Melansir Al Jazeera, Sabtu (3/1/2026), aksi demo pertama kali terjadi saat para pemilik toko di Teheran menutup bisnis mereka pada hari Minggu (28/12) untuk memprotes krisis ekonomi salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia ini. Protes ini dipicu oleh melonjaknya biaya hidup setelah rial anjlok ke titik terendah sepanjang masa terhadap dolar AS pada akhir Desember kemarin.
Terlepas dari janji pemerintah untuk melakukan reformasi ekonomi dan upaya pemberantasan korupsi, aksi protes terus berlanjut. Hanya dalam beberapa hari gelombang protes terus meningkat, dengan demonstrasi ekonomi berubah menjadi protes politik seiring dengan menyebarnya keresahan di seluruh negeri.











