
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk musuh, selama perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel terus berkecamuk. Thailand mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengizinkan kapal tanker minyak dari negara itu melintasi Selat Hormuz secara aman.
IRGC memperingatkan bahwa setiap kapal yang transit melalui jalur perairan strategis dan penting itu akan menghadapi “tindakan keras”. Diumumkan juga oleh IRGC bahwa pasukannya telah mengusir setidaknya tiga kapal yang berupaya melintasi titik transit di jalur perairan penting tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul mengumumkan bahwa “kesepakatan telah tercapai untuk memungkinkan kapal-kapal tanker minyak Thailand melintas dengan aman melalui Selat Hormuz”. Dia menyebut hal ini akan mengurangi kekhawatiran tentang impor bahan bakar.











