
Bencana Hidrometeorologi Menyebabkan Ribuan Fasilitas Pendidikan Rusak
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengungkapkan bahwa 3.700 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerusakan gedung menjadi perhatian utama yang segera diperbaiki oleh pemerintah.
Tito Karnavian: Data Sedang Dikoordinasikan dari Pemerintah Daerah
Dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026), Tito menyebutkan bahwa koordinasi intensif sedang dilakukan dengan pemerintah daerah untuk mengumpulkan data terkini. “Memang cukup banyak yang terdampak, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA,” ujar Tito.
Langkah Pemerintah dalam Penanggulangan Bencana
Selain merehabilitasi sekolah, Tito juga menyampaikan informasi ini saat menyerahkan bantuan sosial ekonomi kepada korban bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Jumat (6/3). Inisiatif ini ditujukan untuk memastikan proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan baik di tengah situasi darurat.
Dampak Sosial yang Signifikan
Rehabilitasi sekolah tidak hanya menyangkut bangunan fisik, tetapi juga mempengaruhi masa depan ribuan anak yang terpaksa menghentikan pendidikan karena bencana. Langkah cepat pemerintah diharapkan mampu mengurangi dampak sosial dan memastikan akses pendidikan yang setara bagi semua siswa.











